Rabu, 27 Agustus 2008

Tips/Cara Menyimpan/Menabung Uang Di Bank Dan Investasi Bisnis Demi Masa Depan Yang Bahagia

1. Menabung di Bank Yang Terpercaya
Menabunglah di bank agar uang yang kita simpan aman selalu dari para penjahat. Menabung di bank mungkin akan memberikan kita keuntungan bunga bank atau bagi hasil usaha karena uang yang kita setorkan digunakan pihak bank untuk investasi.
Sebaiknya anda menabung di beberapa bank yang berbeda jika uang anda jumlahnya cukup banyak di bank yang bonafid agar uang anda tidak hilang jika tiba-tiba bank tersebut dilikuidasi atau melakukan tindak kecurangan. Dengan menabung di bank yang berbeda maka anda bisa tetap melakukan transaksi ketika suatu bank sedang mengalami masalah.

2. Simpan Uang Receh Anda Yang Tidak Terpakai
Ketika punya banyak uang receh sebaiknya sebagian anda simpan di suatu tempat yang aman dari tangan-tangan jahil termasuk tangan jahil anda sendiri. Ketika jumlahnya sudah banyak anda bisa memasukkannya ke rekening bank atau tetap anda simpan. Lupakan uang receh itu seolah-olah mereka tidak ada atau mereka hanyalah benda tak berguna agar anda tidak tertaris untuk membelanjakannya.
Anda bisa memulai hobi baru dengan mengumpulkan uang receh seperti paman gober bebek di mana anda bisa mendapatkan kepuasan batin ketika melihat uang-uang itu dan merasa betapa kayanya anda. Namun jumlahnya jangan banyak-banyak. Ketika diperlukan mendadak dan genting, uang tersebut dapat anda pakai tanpa harus meminjam pada orang lain, pergi ke mesin atm, mengantri di bank, menunggu gajian, dan lain-lain.

3. Jangan Menabung Uang Terlalu Banyak ---> Investasi
Batasilah menabung uang dalam bentuk cash dalam tabungan biasa atau deposito agar uang yang anda miliki idak terus berkurang nilainya dimakan waktu dan inflasi walaupun secara nilai uang anda terus bertambah dari waktu ke waktu.
Jumlah yang ada di buku tabungan anda batasi karena terlalu banyak uang yang anda timbun maka semakin rugi anda karena bunga di bank lebih kecil dari tingkat inflasi sehingga dalam jangka waktu lama uang anda akan semakin kecil nilainya.
Jalan keluar yang baik adalah berinvestasi pada sesuatu yang dapat menguntungkan banyak orang lain seperti membuka suatu usaha yang banyak memberi kesempatan kerja bagi orang lain. Daripada kita melakukan investasi pada properti, bermain forex / valas, deposito, saham, dsb lebih baik kita membuka usaha yang anda kuasai dan yakin akan memberi keuntungan besar.
Senang melihat orang lain senang adalah inti dari semuanya. Ada suatu kepuasan batin tersendiri ketika orang yang kita pekerjakan hidup bahagia. Berbagilah dengan sesama manusia dengan uang yang kita miliki daripada.

4. Hilangkan Emosi Sesaat, Gaya Hidup Boros Dan Gengsi Anda
Kartu kredit adalah salah sumber potensi bencana yang sangat besar. Dengan kartu kredit anda bisa seenaknya melakukan pengeluaran yang tidak perlu dan anda tersadar dengan lilitan hutang yang mencekik urat leher di mana semua telah berakhir dan penyesalan datang selalu di akhir. Para debt collector / penagih hutang pun akan dengan senang hati meneror hidup anda dan keluarga bahkan teman, tetangga, teman kantor, bos, dsb. Sebaiknya gunakan kartu debit / kartu atm namun tetap dengan bijaksana.
Hidup sederhana adalah kunci kebahagiaan. Hidup yang terlalu gelamor, penuh gengsi, suka pamer kekayaan, senang dipuja-puji orang lain, dan sebagainya hanya akan menjerumuskan anda pada kebodohan dan kemiskinan di masa mendatang. Jadilah oang yang low profil / rendah diri tetapi bila orang lain tahu kenyataan pada diri anda makan orang itu akan terkagum-kagum.
Ketika anda sedang memiliki banyak rezeki, maka sebagainya anda tidak berfoya-foya seperti meningkatkan standar hidup secara drastis, suka traktir, suka membantu / menolong orang lain untuk mendapat pujian, dll. Ketika seseorang sedang sukses mendapatkan penghasilkan yang besar umumnya dia akan meningkatkan pola konsumsi sehingga pengeluaran pun akan turut serta membengkak.
Sebelum membeli sesuatu sebaiknya ada pikir berjuta-juta kali agar anda tidak menyesal kelak. Misalnya ada penawaran khusus suatu barang yang mahal sehingga jadi terlihat murah maka anda harus bertanya apakah barang itu akan terus-menerus anda gunakan dalam jangka panjang? dan apakah nilai produk jauh lebih besar dari harganya?. Terkadang kita baru sadar setelah membeli ternyata kita tidak menggunakannya terus menerus darena cepat bosan atau ternyata tidak penting.

5. Lakukan Perencanaan Hidup Yang Matang
Buatlah tahapan-tahapan dalam hidup anda secara mendetail serta nilai uang yang dibutuhkan untuk menggapainya seperti untuk sekolah, kuliah, mencari pekerjaan, menikah, membeli kendaraan, berobat, biaya sekolah anak, biaya makan, rekreasi, membuka usaha dan lain sebagainya. Dengan begitu anda akan semakin bijak dalam melakukan pengeluaran setelah tahu seberapa besar dana yang anda butuhkan kelak.

Selasa, 26 Agustus 2008

Mengapa memilih " Investasi " sebagai nama kelompok ?

Investasi bukanlah suatu istilah ekonomi dan bisnis yang asing untuk didengar. Kita sering melihat beberapa berita dan mempelajari sesuatu mengenai " Investasi ". Dalam pengertian dasar, investasi adalah kita menyisihkan sebagian uang sekarang, kita taruh untuk menghasilkan sesuatu di masa depan, yang diharapkan lebih besar daripada yang sekarang. Berdasarkan teori ekonomi, investasi berarti pembelian (dan berarti juga produksi) dari kapital/modal barang-barang yang tidak dikonsumsi tetapi digunakan untuk produksi yang akan datang (barang produksi). Contoh termasuk membangun rel kereta api, atau suatu pabrik, pembukaan lahan, atau seseorang sekolah di universitas yang akan menambah pengetahuan dan keahlian, diharapkan dalam pencarian kerja dan mendapatkan pendapatan lebih besar. ( wikipedia ).

Kalau semua orang banyak yang berinvestasi maka akan memberi dampak khususnya pada pertumbuhan ekonomi. Jika seseorang membuat keputusannya dengan benar berdasarkan pada sesuatu yang benar, keputusannya akan lebih optimal. Dengan begitu alokasi sumber dayanya akan lebih optimal baik dalam individu maupun level nasional. Pemerintah pun melakukan berbagai cara agar masyarakat mau berinvestasi, salah satunya dengan memberikan pendidikan mengenai personal finance, keuangan pribadi.

Pada zaman sekarang orang takut untuk melakukan investasi, padahal investasi itu memberikan beberapa manfaat bagi kita. Tidak semua orang takut untuk berinvestasi, tetapi ada sebagian yang memberanikan diri untuk terjun ke dunia investasi, tetapi tidak meluas. Dengan kata lain banyak yang barinvestasi tetapi tidak melakukan diversifikasi. Kalimat "Jangan menaruh semua telur Anda dalam satu keranjang" sudah sering kita dengar atau baca. Kalimat ini mengandung pengertian jangan me-nyimpan dana Anda dalam satu jenis instrumen investasi. Kalau Anda mempunyai Rp 50 juta maka investasikan dana tersebut je beberapa instrumen keuangan yang ada di pasar uang dan pasar modal seperti deposito, tabungan, reksa dana, asuransi, dan saham. Strategi ini dinamakan diversifikasi. Diversifikasi dapat memperkecil risiko kerugian atau kehilangan dana yang diinvestasikan tersebut. Namun dengan diversifikasi berarti return yang diharapkan juga akan semakin kecil. Manfaat berinvestasi di pasar modal sangat banyak. Hanya, saja peluang-peluang itu masih kurang dimanfaatkan investor lokal.

Sebenarnya Investasi dapat dilakukan dalam bentuk finacial atau fixed assets. Namun satu yang menjadi penghambat yaitu rasa kurang berani dan o lebih menghindari resiko untuk berinvestasi. Investasi dapat dilakukan dengan cara : Investasi Emas, Investasi Tabungan, Investasi Asuransi, Investasi Reksadana, Investasi Saham Obligasi, Investasi Tanah dan Bangunan

Maka dari itu kami memilih " Investasi " sebagai nama kelompok kami mengingat pada hal yang terjadi di Indonesia sekarang ini.( salah satunya orang takut / tidak memiliki keberanian dalam mengambil resiko yang besar untuk melakukan investasi yang dapat memberikan keuntungan yang jauh lebih besar ). Seolah - olah orang berbisnis dengan investasi hanya untuk mendapat keuntungan / kemakmuran saja tetapi enggan mengambil resiko / takut gagal ( sengsara ) sekalipun resiko itu dapat membuahkan hasil yang lebih. Diluar hal itu, kami memilih " Investasi " karena memang kami mempelajari mengenai hal itu contohnya dalam matakuliah pengantar akuntansi II dan Ekonomi makro.