Investasi bukanlah suatu istilah ekonomi dan bisnis yang asing untuk didengar. Kita sering melihat beberapa berita dan mempelajari sesuatu mengenai " Investasi ". Dalam pengertian dasar, investasi adalah kita menyisihkan sebagian uang sekarang, kita taruh untuk menghasilkan sesuatu di masa depan, yang diharapkan lebih besar daripada yang sekarang. Berdasarkan teori ekonomi, investasi berarti pembelian (dan berarti juga produksi) dari kapital/modal barang-barang yang tidak dikonsumsi tetapi digunakan untuk produksi yang akan datang (barang produksi). Contoh termasuk membangun rel kereta api, atau suatu pabrik, pembukaan lahan, atau seseorang sekolah di universitas yang akan menambah pengetahuan dan keahlian, diharapkan dalam pencarian kerja dan mendapatkan pendapatan lebih besar. ( wikipedia ).
Kalau semua orang banyak yang berinvestasi maka akan memberi dampak khususnya pada pertumbuhan ekonomi. Jika seseorang membuat keputusannya dengan benar berdasarkan pada sesuatu yang benar, keputusannya akan lebih optimal. Dengan begitu alokasi sumber dayanya akan lebih optimal baik dalam individu maupun level nasional. Pemerintah pun melakukan berbagai cara agar masyarakat mau berinvestasi, salah satunya dengan memberikan pendidikan mengenai personal finance, keuangan pribadi.
Pada zaman sekarang orang takut untuk melakukan investasi, padahal investasi itu memberikan beberapa manfaat bagi kita. Tidak semua orang takut untuk berinvestasi, tetapi ada sebagian yang memberanikan diri untuk terjun ke dunia investasi, tetapi tidak meluas. Dengan kata lain banyak yang barinvestasi tetapi tidak melakukan diversifikasi. Kalimat "Jangan menaruh semua telur Anda dalam satu keranjang" sudah sering kita dengar atau baca. Kalimat ini mengandung pengertian jangan me-nyimpan dana Anda dalam satu jenis instrumen investasi. Kalau Anda mempunyai Rp 50 juta maka investasikan dana tersebut je beberapa instrumen keuangan yang ada di pasar uang dan pasar modal seperti deposito, tabungan, reksa dana, asuransi, dan saham. Strategi ini dinamakan diversifikasi. Diversifikasi dapat memperkecil risiko kerugian atau kehilangan dana yang diinvestasikan tersebut. Namun dengan diversifikasi berarti return yang diharapkan juga akan semakin kecil. Manfaat berinvestasi di pasar modal sangat banyak. Hanya, saja peluang-peluang itu masih kurang dimanfaatkan investor lokal.
Sebenarnya Investasi dapat dilakukan dalam bentuk finacial atau fixed assets. Namun satu yang menjadi penghambat yaitu rasa kurang berani dan o lebih menghindari resiko untuk berinvestasi. Investasi dapat dilakukan dengan cara : Investasi Emas, Investasi Tabungan, Investasi Asuransi, Investasi Reksadana, Investasi Saham Obligasi, Investasi Tanah dan Bangunan
Maka dari itu kami memilih " Investasi " sebagai nama kelompok kami mengingat pada hal yang terjadi di Indonesia sekarang ini.( salah satunya orang takut / tidak memiliki keberanian dalam mengambil resiko yang besar untuk melakukan investasi yang dapat memberikan keuntungan yang jauh lebih besar ). Seolah - olah orang berbisnis dengan investasi hanya untuk mendapat keuntungan / kemakmuran saja tetapi enggan mengambil resiko / takut gagal ( sengsara ) sekalipun resiko itu dapat membuahkan hasil yang lebih. Diluar hal itu, kami memilih " Investasi " karena memang kami mempelajari mengenai hal itu contohnya dalam matakuliah pengantar akuntansi II dan Ekonomi makro.
Kalau semua orang banyak yang berinvestasi maka akan memberi dampak khususnya pada pertumbuhan ekonomi. Jika seseorang membuat keputusannya dengan benar berdasarkan pada sesuatu yang benar, keputusannya akan lebih optimal. Dengan begitu alokasi sumber dayanya akan lebih optimal baik dalam individu maupun level nasional. Pemerintah pun melakukan berbagai cara agar masyarakat mau berinvestasi, salah satunya dengan memberikan pendidikan mengenai personal finance, keuangan pribadi.
Pada zaman sekarang orang takut untuk melakukan investasi, padahal investasi itu memberikan beberapa manfaat bagi kita. Tidak semua orang takut untuk berinvestasi, tetapi ada sebagian yang memberanikan diri untuk terjun ke dunia investasi, tetapi tidak meluas. Dengan kata lain banyak yang barinvestasi tetapi tidak melakukan diversifikasi. Kalimat "Jangan menaruh semua telur Anda dalam satu keranjang" sudah sering kita dengar atau baca. Kalimat ini mengandung pengertian jangan me-nyimpan dana Anda dalam satu jenis instrumen investasi. Kalau Anda mempunyai Rp 50 juta maka investasikan dana tersebut je beberapa instrumen keuangan yang ada di pasar uang dan pasar modal seperti deposito, tabungan, reksa dana, asuransi, dan saham. Strategi ini dinamakan diversifikasi. Diversifikasi dapat memperkecil risiko kerugian atau kehilangan dana yang diinvestasikan tersebut. Namun dengan diversifikasi berarti return yang diharapkan juga akan semakin kecil. Manfaat berinvestasi di pasar modal sangat banyak. Hanya, saja peluang-peluang itu masih kurang dimanfaatkan investor lokal.
Sebenarnya Investasi dapat dilakukan dalam bentuk finacial atau fixed assets. Namun satu yang menjadi penghambat yaitu rasa kurang berani dan o lebih menghindari resiko untuk berinvestasi. Investasi dapat dilakukan dengan cara : Investasi Emas, Investasi Tabungan, Investasi Asuransi, Investasi Reksadana, Investasi Saham Obligasi, Investasi Tanah dan Bangunan
Maka dari itu kami memilih " Investasi " sebagai nama kelompok kami mengingat pada hal yang terjadi di Indonesia sekarang ini.( salah satunya orang takut / tidak memiliki keberanian dalam mengambil resiko yang besar untuk melakukan investasi yang dapat memberikan keuntungan yang jauh lebih besar ). Seolah - olah orang berbisnis dengan investasi hanya untuk mendapat keuntungan / kemakmuran saja tetapi enggan mengambil resiko / takut gagal ( sengsara ) sekalipun resiko itu dapat membuahkan hasil yang lebih. Diluar hal itu, kami memilih " Investasi " karena memang kami mempelajari mengenai hal itu contohnya dalam matakuliah pengantar akuntansi II dan Ekonomi makro.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar